Industri Digital 4.0

Hadapi Era Revolusi Industri Digital 4.0, Seberapa Siapkah Indonesia Dalam Menghadapinya? – Ramai digaungkan perihal revolusi industri 4.0 yang sudah mulai menjadi target utama dalam perkembangan dan kemajuan negara. Dalam kesiapannya, Indonesia menyatakan bahwa persiapan menghadapi era industri 4.0 berada pada level 2, 14 yang berarti dalam kondisi kesiapan sedang.

Indeks pengukuran kesiapan industri dalam penerapan sistem industri digital 4.0 disebut dengan INDI 4.0 dengan terdiri dari 5 level yaitu level 0 atau belum siap, level 1 disebut kesiapan awal, level 2 kesiapan sedang, level 3 kesiapan matang dan level 4 bagi yang sudah menerapkan.

Dari hasil  self assessment yang telah dilakukan pada setiap industri, didapatkan indeks rata-rata kesiapan dari manufaktur Indonesia berada pada level 2, 14 dan diperkirakan sudah cukup siap untuk menerapkan industri 4.0. Dua diantaranya telah menjadi perusahaan Indonesia yang menerapkan sistem atau era revolusi industri 4.0 dalam operasionalnya.

Dalam mempercepat penerapan industri digital 4.0 pemerintah terkait membuat INDI 4.0. Target untuk mengimplementasikan dengan baik akan memberikan potensi bagi negara Indonesia untuk mengalami kenaikan dalam pertumbuhan ekonomi hingga 2%, untuk kontribusi manufaktur PDB hingga 25%, rasio produktivitas pada biayanya naik dua kali lipat, dan akan menciptakan 10 hingga 15 juta lapangan kerja baru di tahun 2030.

Indonesia sebelumnya menempati posisi ke-47, dan pada tahun 2018 Indonesia mulai meningkat dan naik posisi menjadi ke-45 di dunia. Untuk peringkat Asean, Indonesia menyusul Singapura, Malaysia dan Thailand dan berada di posisi ke-4. Di situlah letak tantangan bagi negara Indonesia agar dapat segera menggeser posisi menjadi lebih tinggi dari peringkat sebelumnya.

World economic forum merilis 12 komponen yang dijadikan patokan bagi suatu negara dalam memasuki era industri digital 4.0. Dan keberhasilan dalam masuk kedalam peringkat di setiap komponen menandakan kesiapan suatu negara dalam menghadapi era ini.

Indonesia sendiri memiliki peringkat ke 48 dalam pembangunan institusi, ke 71 infrastruktur, ke 50 IC adoption, ke-51 macro economic stability, ke 95 health, ke 62 skills, 51 product market, ke 82 labor market, ke-52 financial system, ke-8 market size, ke 30 bussines dynamism, dan terakhir ke-68 untuk innovation capability. Diperlukan kerjasama yang baik dalam merealisasikan program, formula dan komitmen untuk dapat menggeser ranking menjadi lebih atas.

 Kebijakan fiskal juga perlu untuk ditambahkan agar dapat mendukung Indonesia memasuki era industri 4.0 dengan pembangunan infrastruktur digital yang dilanjutkan dengan pembangunan jaringan serat optik nasional Palapa ring yang saat ini telah terealisasi sebanyak 35.280 KM kabel laut dan 21.807 KM kabel darat.

Tidak sampai disitu, Menkeu mengungkapkan bawa memasuki era industri digital 4.0 tidak cukup hanya memperbaiki sistem, diperlukan pula peningkatan untuk kualitas sumber daya manusia seperti penyediaan beasiswa pemerintah, peningkatan kesehatan, serta jaminan sosial yang saat ini telah terealisasikan melalui 20.255 penerima beasiswa, 96,8 juta jiwa penerima kartu Indonesia sehat atau KIS, serta peningkatan presentasi ketersediaan obat dan juga vaksin sebesar 95% di Puskesmas hingga akhir 2019 ini.

Pada dasarnya, pemerintah terus berusaha untuk dapat mengajar sesuai dengan target yang diinginkan dalam memajukan dan menghentikan ketertinggalan Indonesia dari era baru yang terus berkembang. Dalam penyambutan era revolusi industri digital 4.0 ini diperlukan pula koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Apakah anda siap untuk menyambut era ini?

Baca Juga: Geluti Jasa SEO! Salah Satu Industri Digital Untuk Capai Kesuksesan Bisnis