Industri Digital

Antara Kaum Milenial dan Industri Digital – Dunia ini sudah memasuki peradaban dimana berbagai macam kecanggihan sudah dapat dirasakan oleh seluruh manusia. Bahkan kini banyak kegiatan yang dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan ponsel pintar. Mulai dari berbelanja, melakukan transaksi, berbisnis dan lain sebagainya. Kehadirannya dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Hal tersebut dapat dikembangkan dengan adanya industri digital. Istilah ini biasanya hadir dalam bentuk sebuah aplikasi e-commerce atau aplikasi unicorn. Banyak para pebisnis yang mulai memanfaatkan industri ini dan berhasil melakukan kegiatan secara online. Industri ini dapat dijangkau oleh siapapun dan dimanapun. Hal ini memang sudah menjadi tujuan utama adanya industri tersebut.

Syaratnya cukup sediakan ponsel pintar atau android serta kuota internet untuk bisa mengaksesnya. Perkembangan industri digital tidak dapat terlepas dari peran para kaum milenial. Walaupun, sebagian besar mereka mengambil peran sebagai konsumen atau pengguna. Namun, kaum milenial dan industri digital tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Mereka memiliki peran penting sebagai generasi yang paling kritis dan aktif terhadap perubahan zaman terutama dengan kehadiran industri digital. Aplikasi yang merupakan bagian dari industri tersebut sebenarnya dapat digunakan oleh semua kalangan dari berbagai rentang usia. Namun, kaum milenial-lah yang biasanya lebih aktif dan reaktif dengan adanya hal tersebut.

Bahkan, beberapa diantaranya mengambil bagian sebagai pengelola dari beberapa aplikasi tersebut. Adapula diantaranya mereka yang berhasil menciptakan peluang baru di dunia industri digital dan membantu para kaum yang lebih dewasa. Para milenial dan industri digital saling bekerjasama menciptakan peluang kesuksesan khususnya di Indonesia.

Hampir seluruh pengelola aplikasi yang menjadi bagian dari industri secara digital ini didominasi oleh para kaum milenial. Para pengusaha yang menciptakan peluang usaha ini sengaja membidik kaum milenial untuk mengambil peran dalam perkembangan bisnis mereka. Hal ini dikarenakan kaum milenial cenderung lebih kritis, aktif, kreatif serta berwawasan luas.

Selain itu, dengan menyatukan kaum milenial dan industri digital, maka perkembangannya bisa lebih up-to-date. Ya, kaum milenial ini merupakan kaum remaja yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, beberapa bisnis atau perusahaan yang memanfaatkan industri digital ini bisa bertahan dengan perubahan zaman yang semakin hari semakin canggih.

Contohnya dengan kehadiran e-commerce seperti situs belanja online, aplikasi transportasi online, hingga aplikasi pembayaran online. Beberapa aplikasi tersebut terbukti memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat terutama kaum milenial. Terlepas dari kekurangan atau kelebihan yang dimilikinya, aplikasi tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kini, adapun yang dibutuhkan bisa didapatkan melalui aplikasi-aplikasi tersebut. Namun, kehadiran aplikasi sebagai bagian dari industri digital ini tetap mampu mempertahankan eksistensi dari industri non digital atau tradisional. Milenial dan industri digital ini akan melibatkan para pengusaha industri non digital sebagai penyedia barang atau jasanya.

Selain itu, mereka juga akan mempersilahkan para pelaku industri non digital untuk membuka peluang mereka sendiri seperti biasanya dengan tidak mengganggu lahan mereka. Para kaum milenial dalam hal ini juga memiliki peran yang cukup penting. Mereka harus mampu untuk tidak menyudutkan dan mengesampingkan peran para pelaku industri non digital.

Dengan begitu, kehadiran industri digital tetap tidak mengganggu keseimbangan ekonomi antara pengusaha modern maupun tradisional. Para kaum milenial dituntut untuk lebih bijak dalam penggunaan aplikasi sebagai bagian dari industri digital. Intinya, para kaum milenial dan industri digital perlu saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan keseimbangan ekonomi.

Baca Juga: http://harlembee.com/4-strategi-untuk-meningkatkan-peluang-bisnis-di-era-revolusi-industri-digital/