Industri Digital 4.0

Bersiap dengan era baru industri 4.0, inilah pengertian industri digital – Industri kreatif digital merupakan industri kreatif yang menggunakan unsur kreativitas serta unsur digital dalam pengaplikasian terhadap jasa dan produk nya. Industri kreatif memiliki ciri-ciri keunggulan pada bagian kreativitas yang dapat menghasilkan desain kreatif yang tidak dapat dipisahkan dari produkĀ  barang ataupun jasa.

Umumnya, produk-produk teknologi informasi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi hasil adanya industri digital. Seperti beberapa aplikasi layanan jasa ojek online atau sewa mobil online, jual beli online dan sejenisnya.

Dalam mengembangkan kemajuan Indonesia, pemerintah cukup menjadikan industri kreatif dan ekonomi dengan basis digital sebagai pusat perhatian utama. Hal ini pun terlihat dari dibangunnya beberapa badan terkait seperti Badan Ekonomi Kreatif yang merupakan lembaga non kementerian yang bertugas mengurusi ekonomi dan industri kreatif di Indonesia.

Departemen Perdagangan RI menyebutkan bahwa terdapat 15 subsektor dari industri kreatif digital yaitu periklanan, kuliner, seni pertunjukan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan serta penerbitan dan percetakan.

Dalam kemajuan industri digital, dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0 termasuk Indonesia dengan penerapan berbagai teknologi dalam keseharian di berbagai bidang. Industri 4.0 ini menandai berbagai pergolakan sosial, bidang politik, budaya serta bagian ekonomi.

Selama abad ke 21, pembangunan ketersediaan luas teknologi digital berhasil dikembangkan oleh revolusi industri ketiga. sedangkan untuk industri ke-4 lebih cenderung didorong oleh konvergensi inovasi digital, fisik dan biologis.

Revolusi yang dihasilkan oleh industri ke-4 atau industri 4.0 ini lebih banyak melibatkan terhadap perubahan sistemik dari berbagai sektor dan juga aspek kehidupan manusia. dampak dari lintas sektor teknologi yang akan muncul pun menjadi lebih penting dari kemampuan yang terwakili.

Tentukanlah industri digital 4.0 ini akan terus mau optimalkan komputerisasi yang telah dikembangkan pada era industri 3.0. Pada era komputerisasi di revolusi industri 3.0, penambahan teknologi yang sama baru cukup terganggu. Sehingga pada era revolusi industri 4.0, komputerisasi terus dikembangkan agar dapat terhubung dan melakukan komunikasi satu sama lain.

Dalam pengembangannya, industri 4.0 mengkomunikasikan sistem fisik siber, Iot atau internet of things, serta internet merubah sistem yang memungkinkan menjadikan pabrik pintar menjadi dapat terwujud. Hal-hal yang terkait di dalamnya pun berupa fashion, musik, desain, permainan interaktif, televisi dan radio, serta layanan komputer dan piranti lunak.

Secara garis besar, industri digital mengarah pada penerapan internet dengan kecepatan tinggi, artificial intelligence, internet of things, big data dan teknologi robot. Revolusi industri pun sudah dimulai sejak abad ke-17 yaitu pada tahun 1750 – 1850 dengan ditemukannya mesin pembuat kapas menjadi benang oleh James Hargreaves.

Dalam perkembangannya saat ini, Indonesia telah meresmikan roadmap made in Indonesia dengan tujuan menciptakan lapangan kerja yang lebih dengan investasi baru berbasis teknologi. Namun di balik besarnya harapan dan ambisi untuk penerapan era ini, terdapat ketakutan akan datangnya masa di saat teknologi mendominasi seluruh aspek kehidupan.

Hal ini terlihat dari setelah maraknya penggunaan robot sebagai pengganti beberapa pekerjaan manusia terutama di negara-negara maju. namun pemerintah Indonesia menyikapinya dengan membandingkan bahwa penggunaan tenaga manusia akan lebih menghemat biaya apabila dibandingkan dengan penggunaan robot.

Itulah sedikit penjelasan perihal industri digital 4.0, yang saat ini tengah ramai digaungkan sebagai target perkembangan industri di berbagai bidang. Apapun yang terjadi, sangatlah perlu untuk menjadi cerdas dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang tepat.

Baca juga: http://harlembee.com/Tips-Dunia-Digital/